12928431_208671646176304_5344149188955099201_n

Literasi Komunitas Filem

Perkembangan aktivisme dan aktivitas seputar sinema di daerah-daerah tidak lepas dari peran komunitas yang ada di dalam dan sekitarnya. Adalah tugas komunitas untuk membaca dan memahami persoalan yang ada di sekitar mereka: menemukan referensi sinema yang berkualitas, dan menggiring diskusi yang produktif di antara masyarakat, baik itu dalam melihat persoalan sosial politik, ekonomi, dan sebagainya. Entah itu akan bermuara pada produksi-distribusi atau dalam bentuk aksi-aksi publik lainnya. Sebelum itu, tentu setiap pelaku komunitas harus memiliki bekal pengetahuan sinema itu terlebih dahulu. Hingga saat ini, umumnya produksi dan distribusi pengetahauan sinema, secara dominan, masih terpusat di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Jogja. Tapi kita tidak boleh lupa, ia nyatanya juga dapat tumbuh dan hidup di kawasan yang sangat kecil, contohnya adalah kawan-kawan di Purbalingga yang telah melakukanya dengan sangat baik (Festival Film Purbalingga). Di tangan pegiat filem Purbalingga, aktivitas dan aktivisme sinema tumbuh menyatu dalam kehidupan masyarakatnya. (lebih…)

14241481_1385059458189820_2051542908969265594_o

Meneguk Film Menyelami Kehidupan

Post berikut adalah tampilan halaman koran Haluan edisi Minggu, 04 September 2016 yang memuat laporan wawancara Juli Ishaq Putra (Wartawan Haluan) terhadap Albert Rahman Putra, selaku peneliti seni dan media di Komunitas Gubuak Kopi , yang berbasis di Kota Solok, Sumatra Barat. Liputan yang berjudul “Meneguk Film Menyelami Kehidupan” ini kurang lebih membahas aktivitas dan aktivisme sinema di Indonesia, terutama di Sumatera Barat. (lebih…)

Doc. Kultur Daur Subur | Dirgahayu Komunitas Gubuak Kopi | 2016

Kultur Daur Subur dan Agenda Lainnya

Sore itu, 01 Agustus 2016, Solok diguyur hujan yang lebat sedari siang nan lengang. Hari itu juga merupakan hari jadi Komunitas Gubuak Kopi, hari pertama kalinya kelompok ini diperkenalkan pada publik tahun 2011 lalu. Kali ini kita berjanji merayakannya bersama anak-anak di sekitar markas kita setelah semalam berpesta dan berevaluasi. Kali ini dalam dengan tajuk “Kultur Daur Subur”, yang memang sudah kita agendakan dalam program Kelas Warga. (lebih…)

Doc. Kultur Daur Subur | Dirgahayu Komunitas Gubuak Kopi | 2016

Kelas Warga: Kultur Daur Subur

Mejelang pelaksanaan pasar seni “The Pasal 33” Komunitas Gubuak Kopi menggelar serangkaian workshop yang terbuka untuk umum. Kegiatan ditujukan untuk mendorong ide kreatif masyarakat lokal dan nantinya bisa ikut terlibat dalam pasar seni. Kegiatan bertajuk “Kultur Daur Subur” ini akan digelar di Taman Belajar Gubuakkopi pada tanggal 1 Agustus 2016. (lebih…)

Poster Postcard1

Sinema Pojok: Roller Coaster & Postcard From the Zoo

Sabtu ini (16/Juli/2016) Komunitas Gubuak Kopi melalui program penayangan reguler filem non-komersil SINEMA POJOK, akan menghadirkan dua filem Edwin di Gallery Gubuakkopi, Solok.
Pertama, “Roller Coaster” salah satu bagian dari kompilasi filem pendek BELKIBOLANG (2010) yang berdurasi 9 menit.Filem ini bercerita tentang sepasang sahabat yang telah lama bersama. Mereka tahu segala cerita pribadi atau masalah satu sama lain. Kali ini disebuah kamar mereka menantang kedekatan mereka untuk saling melihat ketelanjangan mereka. Suasana semakin tegang, dan tanpa mereka sadari waktu telah berakhir.

(lebih…)

Selamat Lebaran, Selamat Liburan

IMG-20160622-WA0000

Sinema Pojok: Kitorang Basudara & Potongan

Mari, Sabtu ini (25/Juni) Ngabuburit sambil nonton di Sinema Pojok.

Akhir pekan ini kita bakal menayangkan dua filem. Pertama, “Kitorang Basudara” karya sutradara Ninndi Raras/30 minutes/2015/Indonesia/Fiction. Bercerita tentang kakak adik dari Papua, yang berusaha memahami Kota Jogja sementara mereka mencari tempat kos.

Filem kedua ada “Potongan”, sebuah perhatian mendalam mengenai penyensoran filem di Indonesia, khususnya penyensoran yang dilakukan oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Disutradarai oleh Chairun Nissa/70menit/Indonesia. (lebih…)