Buruh Indonesia

Katalog Moods of May

*Moods of May, adalah sebuah rangkaian pagelaran seni oleh Komunitas Gubuak Kopi dalam memperingati hari buruh nasional. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 05-07 Mei 2016 ini respon atas minimnya pemberitaan mendalam media terkait isu mengenai buruh di Sumatra Barat. Pemberitaan yang menim tersebut membuat publik masih bergantung dan tekatung dalam konstruksi menganai buruh dan peringatan hari buruh; pembangkangan, penolakan, dan penindasan. Kegiatan ini dihantar oleh Komunitas Gubuak Kopi dalam agenda “menolak kontruksi media: menjadikan seni sebagai media” dengan tujuan utama mengajak warga dan seniman profesional memperkenalkan seni sebagai media bagi setiap persoalan dan spirasi disekitar mereka. (lebih…)

Iklan

Kapal-kapal Yang Tidak Pernah Berangkat

Sejarah Perjuangan Buruh Dunia di Australia Untuk Indonesia Merdeka. 

1942 Jepang menduduki Indonesia. Pemerintahan Kolonial Belanda membentuk pemerintah pengasingan di Australia. Sebagai bagian dari Sekutu, Pemerintah Belanda di pengasingan waktu itu mendapatkan kekuasaan ekstra teritorial yang didukung oleh Pemerintah Australia.

Selama masa penjajahan Jepang, banyak pengungsi Indonesia yang berkumpul di Australia. Di antara mereka adalah pelaut dan buruh-buruh Indonesia yang bekerja di kapal Belanda. Pada tahun 1943 Belanda mengangkut 500 orang lebih ke Australia, baik pria, wanita dan anak-anak, dari perkampungan tawanan di Tanah Merah. Belanda juga bermaksud mengasingkan para tawanan ini di Australia. Para tawanan tersebut berhasil menyampaikan surat kepada seorang Australia pekerja pelabuhan dan kemudian juga kepada seorang pegawai kereta api. Surat-surat ini berisi penjelasan mengenai maksud Belanda yang hendak mengasingkan tawanan tersebut. Serikat Buruh Australia mersepon dengan cepat, mereka berkampanye secara bersemangat dan berhasil membebaskan para tawanan.[1] (lebih…)